ALUMNI

14956547_1335054953173389_1608807295277737599_n

HENDRO (STUDENT OF ENGLISH MAJOR IN TARBIYAH AND TADRIS FACULTY OF IAIN BENGKULU)

Student Mobility Program adalah sebuah program Student Exchange yang diadakan oleh MORA (Ministry of Religious Affairs). Ini dikhususkan untuk mahasiswa/i PTAIN se-Indonesia. Adapun tahapan seleksi yang harus dilewati adalah seleksi berkas dan wawancara. Di tahapan seleksi berkas, para pendaftar diharuskan mengumpulkan essay sesuai dengan tema yang telah ditentukan panitia. Jika dinyatakan lolos, maka peserta wajib mengikuti tes wawancara.

Alhamdulillah, saya adalah angkatan ketiga yang diberangkatkan pihak MORA untuk mengikuti Student Mobility Program di Deakin University, Melbourne, Australia. Program saya tersebut berlangsung selama kurang lebih 5 hari.

Pada hari pertama, kami bertemu dengan Prof. Ismet dan Dr. Rebecca. Kami diajarkan sedikit banyak tentang budaya orang Australia yang harus kami pahami. Kami juga diberikan MyKi (Kartu Transportasi) untuk memudahkan kegiatan kami nantinya. Pada hari Selasa dan Kamis, kami berkunjung ke Deakin University untuk mendapatkan workshop dengan topik: Cross Culture Understanding & Leadership. Pada hari Rabu, kami berkunjungkeHealesville Sanctuary. Di sanasayaakhirnyabisamelihatwujudasliKangaroo danKoala. Di hariJumat, kami dibebaskan untuk mengelilingi Finder Street. Itu merupakan pusat dari Melbourne. Di sana kita bisa mendapatkan akses menuju Victoria Market untuk membeli oleh-oleh.

Demikianlah narasi kegiatan saya di Australia. Saya berterimakasih kepada seluruh pihak IAIN Bengkulu yang telah membantu dan mendukung saya.Saya berharap adik-adik tingkat saya dapat mendapatkan kesempatan yang sama atau mungkin lebih baik lagi dari saya. Karena seperti kata Prof. Ismet “If you really learn something, you change your behavior”. Dan pelajaran itu bisa kita dapatkan di Program Pertukaran semacam ini.

14993302_1332274653457509_7082985912844249893_n

ANDRI SAPUTRA (ALUMNUS OF ENGLISH MAJOR IN TARBIYAH AND TADRIS FACULTY OF IAIN BENGKULU)

Nama saya Andri, saya merupakan alumni dari IAIN bengkulu yang sekarang sedang menjalankan studi Master di Queen’s University of Belfast,UK. IAIN merupakan tonggak awal saya bisa menjutkan studi magister di luar negeri. Selepas lulus strata satu di IAIN Bengkulu saya memiliki tekat yang kuat untuk melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi yakni S2. Hal ini didorong karena selepas S1 saya diperbantukan untuk mengajar di IAIN sebagai dosen DLB. Sadar akan masih terbatasanya pengetahuan akan pengajaraan bahasa inggris akhirnya saya berusaha sekuat yang saya mampu untuk mencari sponsor agar bisa melanjutkan studi S2, agar kelak saya mampu mengajar kembali di IAIN Bengkulu dengan pengetahuan dan skill yang lebih baik khususnya dalam pengajaran bahasa inggris. Pada tahun 2015, tepat dua tahun setelah saya menyelesaikan S1 saya, saya mencoba melamar LPDP untuk studi S2 saya. Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak baik IAIN Bengkulu maupun keluarga saya bisa lulus LPDP ditahun yang sama dan bisa menginjakkan kaki di Queen’s Univerity of Belfast,UK tahun 2016.

sally

SALLY NURHABIBI (ALUMNUS OF ENGLISH MAJOR IN TARBIYAH AND TADRIS FACULTY OF IAIN BENGKULU)

Korean culture studies wonderful experience (KCS WAVE) BATCH 3 was a cultural exchange program held by APIMUN in colaborate with Indonesia embassy in Korea and Kyunghee University. It Provided youth from all around indonesia to feel Korean atmosphere including its cultures. Kcs wave batch 3 held on 2-9 April 2015 in Busan and Seoul, South Korea. This program devided into two phases, 3 days for Busan phase and 4 days for seoul phase. In busan phase, delegates learnt about korean cultures and visit some of historical places. Delegates known Korea deeper in first phase. We also went to the oldest Buddhist Temple in Korea named Beomeosa temple. After 3 days busan phase, delegates moved to Seoul for the next phase. First agenda in this phase was cultural performances. As the delegates from Bengkulu I showed Bengkulu’s traditional dance call TARI BUMI RAFLESIA, and I also made a brief presentation about Bengkulu province. The art performing took place in International building Of kyunghee university. In second day Seoul phase we had a culture trip to the most famous Korean historical place namen Gyeongbokgung palace. In the next day we visited Indonesia embassy in Korean and had a group discussion with chief of culture and education institution of Indonesia embassy.

img_20161118_100704

KEGIATAN VICISU 2016 DI AUSTRIA

AKHMAD FADLI (ALUMNUS OF ENGLISH MAJOR IN TARBIYAH AND TADRIS FACULTY OF IAIN BENGKULU)

Program Vienna International Christian-Islamic Summer University (VICISU) adalah salah satu program yang ditawarkan MORA (Kementerian Agama Republik Indonesia) dari beberapa program yang merupakan bagian dari Student Mobility Program (SM-Pro). Program ini diselenggarakan oleh Universitas Wina dan bertempat di Altenburg dan Wina, Austria. Para mahasiswa yang mengikuti seleksi SM-Pro adalah mahasiswa mahasiswi dari perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) di seluruh Indonesia yang masih berstatus aktif dari semua program studi. Proses seleksi dimulai dari seleksi administrasi hingga wawancara.

Vienna International Christian-Islamic Summer University (VICISU) menawarkan pengalaman berinteraksi dan hidup bersama dengan orang-orang dengan latar belakang negara, budaya, dan ras yang berbeda-beda, mempelajari hal hal di bidang keragaman budaya, dialog antar umat beragama, hukum internasional, jihadisme, hak asasi manusia, dan bidang-bidang terkait, dan menciptakan motivasi tersendiri bagi para peserta Vienna International Christian-Islamic Summer University (VICISU).

Kami perwakilan dari Indonesia; Akhmad Fadli, Akhmad Rifa’I, Hikmawati, dan Irsa Wafiatul Qisthi, telah selesai melaksanakan Kegiatan Vienna International ChristianIslamic Summer University (VICISU) dengan lancar tanpa adanya suatu kendala apapun. Alhamdulillah kami telah memberikan impresi yang luar biasa dan hasil yang memuaskan kepada pihak event organizer, pengajar, dan teman-teman dari berbagai negara selama berada di Biara Altenburg hingga Wina. Banyak kegiatan yang telah dilakukan selama di lokasi kegiatan.

Melihat banyaknya manfaat yang dirasakan dan pengalaman berbeda yang menarik dari kegiatan yang telah dilakukan, saya sebagai partisipan merasa bersyukur dengan kesempatan ini dan merekomendasikan calon peserta berikutnya untuk mencoba merasakan pengalaman yang sama seperti yang telah kami rasakan sebagai peserta dari kegiatan ini.